Persiapan pernikahan sudah kita
konsep, ternyata banyak sekali yang harus dilakukan sebelum melangsungkan
pernikahan. Banyak banget. Prewed, pakaian, kartu undangan, dan lain-lain. Banyak
banget.
Persiapan mental yang paling utama.
Semakin dekat dengan tanggal pernikahan,
pikiran semakin stress, ego pun rasanya naik ke ubun-ubun. Masa lajang tidak
akan bisa di ulangi lagi dengan cara apapun, kecuali dengan kematian dan
reinkarnasi kembali. Meskipun sudah 5,5 tahun menjalain kasih, menjelang
pernikahan, batinku masih bertanya-tanya. Benarkan lelaki ini jodohku? Dan bahagiakah
aku bersamanya nanti? Pertanyaan it uterus berputar-putar di otakku. Entah
kenapa rasa takut itu menjalar dan menghuni ruang terbesar di hatiku. Kata
orang, rasa takut itu memang wajar, dan itu dialami oleh sebagian besar gadis
yang akan menikah.
Stress membuatku drop, demam naik
turun, di tambah dengan ciuman seekor nyamuk membuatku tak berdaya. Aku harus
di rawat di rumah sakit. Padahal besoknya aku harus melakukan pemotretan
prewed. Semua jadwal semakin kacau. Antara dua pilihan : di tunda atau tetap di
lanjutkan?
Ternyata pihak keluarga pacarku
tidak mau menunda pernikahan, mengingat telah cukup lama kita pacaran. Support dari
pacarku membuat aku ingin cepat sembuh dan menyusun kembali jadwal yang
tertunda.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar