Desember datang lagi, sebentar
lagi tahun akan berganti. Tapi bukan itu yang special di bulan Desember ini
bagiku. Setelah 5 tahun 3 bulan menjalin hubungan kasih dengan penuh liku. Dan
tanggal cantik kata orang, 12-12-12 menjadi rencana aku dan dia diresmikan
menjadi pasangan suami istri.
Jujur, memang aku belum siap
untuk menikah, karena aku baru saja lulus. Belum sempat mengumpulkan sesuatu,
atau memberikan sesuatu untuk kedua orang tuaku. Hanya adikku yang cowok yang
pernah aku hadiahi motor idamannya. Selebihnya gajiku hanya cukup untuk diriku
sendiri dan biaya kuliahku.
Tapi karena di desaku,
kecil-kecil dah pada nikah. Bapakku selalu nanya, kapan kamu nikah? Bahkan
terkadang dengan sentilan-sentilan lucu. “sube ping pat bapak panen celeng,
konden masih nganten-nganten. Ker ngantosang celenge mecaling?” setelah
mendengar ucapan itu wajahku merona.
Awal bulan Desember, keluarga
pacarku datang untuk membicarakan rencana pinangan di tanggal cantik 12-12-12.
Namun sayang, keluargaku menolaknya karena “dewasa ayu” yang tidak mendukung.
Akhirnya dari pertemuan itu disepakati upacara pernikahan akan di gelar di
“sasih ke dasa”. Tepatnya tanggal 13 Maret 2013, pas “manis nyepi” (13-03-13,
yah…tergolong tanggal cantik juga.
Ada waktu tiga bulan untuk
menyiapkan batinku menghadapi hari besar yang cukup menegangkan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar