Rabu, 21 Agustus 2013

Pawiwahan ( Pernikahan )

Hari yang di tunggu-tunggu datang juga. Di pedalaman hutan pinus kintamani, di antara serat-serat kabut yang  di sertai hujan deras yang berkepanjangan. Saat kerabat dan saudara-saudara datang. Rangkaian upacara memang tidak bisa selesai dalam satu hari.
Acara pinangan dan tukar cincin - Tanggal 9 Maret 2013
Pinangan (tukar cincin) - 09-03-2013

Setelah pinangan aku harus di pingit. Tidak boleh keluar rumah sampai hari penjemputan tiba. Kebetulan melewati hari raya nyepi. Dan semua keluarga, dan teman-teman datang.
Penjemputan tanggal 13 Maret 2013 yang langsung di sertai dengan acara mekala-kalaan. Saat itulah aku sah menjadi suami-istri secara agama. Setelah natab banten mekala-kalaan, aku kembali di landa pingitan atau bisa juga disebut sebel (hanya jika sudah natab banten mekala-kalaan). Tidak boleh keluar rumah, ke dapur, dan ke mrajan. 
Penjemputan Kintamani - Singaraja - 13-03-2013
saat semua orang menyalami, menuju keluarga baru

Resepsi pernikahan dilangsungkan tanggal 15 Maret 2013. Undangan yang cukup banyak membuat suasana terasa sedikit crowded. 
Resepsi - 15-03-13 (bersama paman)


Acara mepradang atau bebas atau mepejati atau mepamit kerumah istri, yang diselipi pengesahan pernikahan secara dinas. Dan kami memperoleh surat ijin untuk mengurus akta nikah.

Mepejati - 16-03-2013
Sekembalinya dari kintamani, kami menggelar pagelaran wayang kulit. Natab banten wayang selesai sekitar jam 1 dini hari. sungguh rangkaian acara yang sangat melelahkan.

Selasa, 20 Agustus 2013

Prewed with Salon Rudhia



Setelah tertunda dua minggu, akhirnya prewed juga. Karena memang banyak konsep, jadi perlu waktu 2 hari untuk pengambilan photo dan video. Prewed di 4 lokasi dengan 4 custom. 

Lokasi Pertama di Art Center dengan pakaian bali modifikasi.
Payas Bali Modifikasi - Art Center

Lokasi kedua di lapangan tembak kesiman dengan pakaian bali jadul (jaman dulu)
Pakaian Bali Jadul - Lapangan Tembak Kesiman
Lokasi ketiga di Pantai Tegal Wangi, Jimbaran dengan pakaian casual
Casual - Pantai Tegal Wangi - Jimbaran
Lokasi keempat di rumah Ibu Kt. Rusmini dengan pakaian Payas Agung
Payas Agung - Rumah Ibu Kt. Rusmini
Di semua lokasi, diambil video juga untuk video clip. Dan aku cukup puas dengan hasilnya. Thanks buat Salon Rudia yang sudah membantu kami. pakaian, transport, accessories, editing, semua disiapkan dengan baik. begitu juga saat pengambilan gambar, kami di dampingi oleh koreografer. sekali lagi terima kasih telah mengabadikan perjalanan kasih kami dengan video klip dan photo yang bagus. sekali seumur hidup, kami tidak menyesal menggunakan jasa-jasa salon Rudhia.
 
ini dia videonya

Ketika Rencana Berantakan Gara-Gara Opname



Persiapan pernikahan sudah kita konsep, ternyata banyak sekali yang harus dilakukan sebelum melangsungkan pernikahan. Banyak banget. Prewed, pakaian, kartu undangan, dan lain-lain. Banyak banget. 

Persiapan mental yang paling utama. Semakin dekat  dengan tanggal pernikahan, pikiran semakin stress, ego pun rasanya naik ke ubun-ubun. Masa lajang tidak akan bisa di ulangi lagi dengan cara apapun, kecuali dengan kematian dan reinkarnasi kembali. Meskipun sudah 5,5 tahun menjalain kasih, menjelang pernikahan, batinku masih bertanya-tanya. Benarkan lelaki ini jodohku? Dan bahagiakah aku bersamanya nanti? Pertanyaan it uterus berputar-putar di otakku. Entah kenapa rasa takut itu menjalar dan menghuni ruang terbesar di hatiku. Kata orang, rasa takut itu memang wajar, dan itu dialami oleh sebagian besar gadis yang akan menikah. 

Stress membuatku drop, demam naik turun, di tambah dengan ciuman seekor nyamuk membuatku tak berdaya. Aku harus di rawat di rumah sakit. Padahal besoknya aku harus melakukan pemotretan prewed. Semua jadwal semakin kacau. Antara dua pilihan : di tunda atau tetap di lanjutkan?


Ternyata pihak keluarga pacarku tidak mau menunda pernikahan, mengingat telah cukup lama kita pacaran. Support dari pacarku membuat aku ingin cepat sembuh dan menyusun kembali jadwal yang tertunda. 

Desember - 12-12-12 Rencana yang tertunda



Desember datang lagi, sebentar lagi tahun akan berganti. Tapi bukan itu yang special di bulan Desember ini bagiku. Setelah 5 tahun 3 bulan menjalin hubungan kasih dengan penuh liku. Dan tanggal cantik kata orang, 12-12-12 menjadi rencana aku dan dia diresmikan menjadi pasangan suami istri. 

Jujur, memang aku belum siap untuk menikah, karena aku baru saja lulus. Belum sempat mengumpulkan sesuatu, atau memberikan sesuatu untuk kedua orang tuaku. Hanya adikku yang cowok yang pernah aku hadiahi motor idamannya. Selebihnya gajiku hanya cukup untuk diriku sendiri dan biaya kuliahku.
Tapi karena di desaku, kecil-kecil dah pada nikah. Bapakku selalu nanya, kapan kamu nikah? Bahkan terkadang dengan sentilan-sentilan lucu. “sube ping pat bapak panen celeng, konden masih nganten-nganten. Ker ngantosang celenge mecaling?” setelah mendengar ucapan itu wajahku merona.


Awal bulan Desember, keluarga pacarku datang untuk membicarakan rencana pinangan di tanggal cantik 12-12-12. Namun sayang, keluargaku menolaknya karena “dewasa ayu” yang tidak mendukung. Akhirnya dari pertemuan itu disepakati upacara pernikahan akan di gelar di “sasih ke dasa”. Tepatnya tanggal 13 Maret 2013, pas “manis nyepi” (13-03-13, yah…tergolong tanggal cantik juga.
Ada waktu tiga bulan untuk menyiapkan batinku menghadapi hari besar yang cukup menegangkan.

Wisuda - 3 November 2012 at Nusa Dua Convention Center



Check list wisuda :
-          Kebaya
-          Kain bawahan
-          Selendang
-          Sepatu
-          Booking salon
-          Persiapkan accessories

Wisuda tanggal 3 November 2012. Akhirnya aku memakai toga. Senangnya….
Aku memutuskan memakai warna pink, karena dengan warna pink, merah, dan biru toska yang terlihat bagus di kulitku. Karena aku hanya punya songket pink, akhirnya aku memakai pakaian serba pink. Biar kelihatan kompak, aku dan ibuku sama-sama memakai pink. Biar keliatan kembar. 



Trus bapakku dan calon suamiku memakai batik yang warnanya ngak jauh-jauh dari pink. Seperti keluarga yang kompak. Jreeengg……….aku dapat rangkaian bunga dari my honey. Lengkap sudah kebahagiaanku. 

Sayangnya malamnya orang tuaku ngak bisa ikut ngerayain kelulusanku, karena harus kembali ke kampung dengan segala hewan peliharaan. Yups….jadinya Cuma aku and my honey yang dinner di Bale Udang mang engking. Kecil-kecilan….cari resto apung. Biar romantic dikit. Ingat ya kalau mau dapat di bale apungnya mesti booking paginya. Karena kalau langsung datang biasanya ga langsung dapat dan harus menunggu bisa sejam deh.