Kamis, 17 Juli 2014

Selamat Ulang Tahun, Suamiku.


Hari demi hari terhitung pasti dengan bantuan kalender. Setiap hari, sepanjang waktu, aku selalu ada di antara senyummu. Diantara pelukan hangatmu, di dalam lembah yang selalu memandikanku dengan kasih sayang dan cinta. Diantara kesabaranmu yang selalu mampu membuatku tersenyum. 


Tak imbang rasanya jika aku tak mampu memanjakanmu. Memandikanmu dengan kasih sayang dan cinta. Melengkapi doa-doaku agar kau di berikan kesehatan, rejeki, dan kebahagiaan duniawi. 


Bahagiaku bersamamu sederhana. Sesederhana caraku mencintaimu. Tak perlu memanjakanku dengan harta, asalkan untuk hidup kita sudah cukup. Cukup membuat kita tersenyum. Begitupun aku, yang kau terima dengan kesederhanaan dan tak mampu memanjakanmu dengan harta duniawi. Kita puas dengan apa yang kita miliki atas usaha dan keringat kita sendiri. Bukan pendapatan yang dilarang oleh agama dan hukum di Negara ini. 


Terima kasih Tuhan, di usia suamiku yang ke – 35. Engkau memberikan kesehatan, kebahagiaan, dan rejekimu. Hingga kami mampu menikmati hari-hari dengan cobaan-Mu. Terimakasih, Engkau telah memberikan kesabaran pada suamiku untuk menantikan apa yang memang kami inginkan. Semoga Engkau melimpahkan anugrah-Mu, berupa kesehatan, panjang usia, kasih sayang, cinta, kesabaran, dan rejekimu.

Selamat Ulang Tahun sayang. Aku tak akan berhenti mencintaimu, jika memang kau jodohku sepanjang hidupku. I Love you so much. 





Denpasar, 7 Juli 2014

Rabu, 25 Juni 2014

Kuret - Di Rumah Sakit Puri Bunda



24 Maret 2014 embrio yang sudah menempel di rahimku harus di kuret. Agar aku segera bisa hamil lagi. Setelah puasa selama 8 jam. Tepat jam 9 pagi aku suamiku dan kedua orangtuaku menemaniku di rumah sakit puri bunda bali. Dengan hati tersayat, aku memasuki ruang tindakan dengan jarum infuse menancap di tangan kananku. Beberapa menit kemudian aku sudah tidak merasakan apa-apa, saat bius total merayap di seluruh darahku. 

Jam setangah 12 siang aku baru mampu membuka mata dengan sangat lemah, denga kondisi tubuh yang masih kaku akibat bius total. Tidak ada rasa sakit apapun. Saat aku membuka mata, saat itulah aku menyadari. Telah ada yang hilang di rahimku.

1st anniversary



13 Maret 2014 genap setahun aku menjadi istri. Menjalani rumah tangga dan mengabdi untuk suamiku. Tidak ada perayaan special, karena perayaan ini terjadi saat aku tengah berduka akan kondisi kandunganku. 

Namun aku tidak mau melewatka moment ini begitu saja. Aku juga tidak ingin suamiku kecewa. Malam itu kami memutuskan dinner di rumah makan seafood kesukaan kami.
Malam berlalu dengan landai, saat gelak tawa tercipta dengan begitu sederhana dihari special kami.

9 WEEK, ADALAH KABAR DUKA



Kebahagiaanku baru sebulan saja, saat aku tau ada yang hidup di rahimku. 4 Maret 2014 diusia kandungan 9 minggu aku kembali melakukan pemeriksaan rutin. Ucapan dokter seperti petir dan halilintar yang menyambar hatiku dan membuat hatiku hangus, hancur berkeping-keping. Bagaimana tidak, saat USG bawah melalui vagina. Embrio yang ada di rahimku tidak menempel dengan baik, dan tidak berkembang dengan baik. Perkembangan yang cukup kerdil untuk usia kandungan 9 minggu. 


Aku benar-benar syok, sampai-sampai tidak mampu berucap apa-apa. Hanya air mata yang menjawab setiap kata-kata dokter, semua penjelasan dokter seperti badai bagi hatiku.
Sepanjang malam aku menangis, panjang hari aku bersedih. Dokter memintaku menunggu 2 minggu untuk meyakinkan perkembangan embrionya. Baru setelah itu dilakukan tindakan. Penantianku selama 2 minggu itu adalah petir bagiku, adalah siksaan bagi kehidupanku setiap malam, di sepanjang hari.


Mengenal Kehamilan Kosong atau Blighted Ovum (BO)

Setiap ibu yang sedang hamil pada usia dini tentunya selalu mendambakan kehamilan yang sedang dijalaninya berjalan dengan apa yang diharapkannya, kehamilnnya terus berlanjut hingga 9 bulan dengan sehat. Setiap ibu hamil dini tentunya berharap, kelak di bulan ke 9 dia dapat melahirkan ke dunia seorang buah hati pujaan orang tua. Namun, manusia hanya bisa berharap dan berencana. Kadang apa yang diharapkan dan direncanakan tidak sesuai dengan harapan, termasuk pada diri ibu hamil. Kehamilan yang di damba kadang gugur di tengah jalan akibat berbagai hal, salah satunya mulai dari adanya kehamilan di luar kandungan, adanya TORCH, kehamilan anggur dan yang akan kita bahas disini adalah adanya  
kondisi kehamilan kosong atau dikenal dengan istilah Blighted Ovum.

Blighted ovum juga dikenal sebagai kehamilan tanpa embrio. Pada saat terjadi pembuahan, sel-sel tetap membentuk kantung ketuban, plasenta, namun telur yang telah dibuahi (konsepsi) tidak berkembang menjadi sebuah embrio. Pada kondisi blighted ovum kantung kehamilan akan terus berkembang, layaknya kehamilan biasa, namun sel telur yang telah dibuahi gagal untuk berkembang secara sempurna. Maka pada ibu hamil yang mengalami blighted ovum, akan merasakan bahwa kehamilan yang dijalaninya biasa-biasa saja, seperti tidak terjadi sesuatu, karena memang kantung kehamilan berkembang seperti biasa. Pada saat awal kehamilan, produksi hormon HCG tetap meningkat, ibu hamil ketika di tes positif, juga mengalami gejala seperti kehamilan normal lainnya, mual muntah, pusing-pusing, sembelit dan tanda-tanda awal kehamilan lainnya. Namun ketika menginjak usia kehamilan 6-8 minggu, ketika ibu hamil penderita blighted ovum  memeriksakan kehamilan ke dokter dan melakukan pemeriksaan USG, maka akan terdeteksi bahwa terdapat kondisi kantung kehamilan berisi embrio yang tidak berkembang. Jadi, gejala blighted ovum dapat terdeteksi melalui pemeriksaan USG atau hingga adanya perdarahan layaknya mengalami gejala keguguran mengancam (abortus iminens) karena tubuh berusaha mengeluarkan konsepsi yang tidak normal.
Blighted ovum atau kehamilan kosong ini, kadang di sebagian masyarakat ada yang menghubungkannya dengan hal-hal mistik. Ada yang mengatakan kehamilannya hilang di bawa oleh makhlus atau bayinya dipindahkan ke orang lain, dll. Karena memang kesannya bayinya menghilang, padahal ibu hamil yang mengalami blighted ovum mengalami tanda-tanda dan perubahan-perubahan tubuh layaknya kehamilan normal, namun ketika di cek USG janinnya tidak ada/tidak berkembang. Namun tentunya semua hal mistik itu itu tidak benar adanya.


Blighted ovum terjadi pada saat awal-awal kehamilan. Penyebab dari blighted ovum sampai saat ini belum diketahui secara pasti, namun di duga karena adanya kelainan kromosom, kelainan genetik, atau sel telur dengan kondisi kurang baik di buahi oleh sperma normal atau sebaliknya. Sayangnya Blighted ovum tidak bisa di cegah atau dihindari. Untuk penanganan kehamilan blighted ovum tiada jalan lain kecuali mengeluarkan hasil konsepsi dari dalam rahim. Caranya bisa dilakukan dengan kuretase atau dengan menggunakan obat. Namun kuretase dianggap memiliki kelebihan karena dapat mencegah terjadinya infeksi dan juga pemeriksaan kromosom.
Blighted ovum tidak berpegaruh terhadap rahim ibu atau terhadap masalah kesuburan. Seseorang yang pernah mengalami blighted ovum dapat kembali hamil normal. Namun jika ibu mengalami blighted ovum berulang, baiknya dilakukan pemeriksaan dan pengobatan yang intensif, karena dikhawatirkan adanya kelainan kromosom yang menetap pada diri ibu atau suami. Dokter mungin menyarankan untuk dilakukan tes genetika atau juga dilakukannnya terapi selama 1-3 bulan sebelum mencoba hamil kembali, tergantung dari kondisi hasil pemeriksaan dokter.
Bagi ibu yang mengalami blighted ovum, tetap tabah dan berdoa, masih besar harapan untuk bisa mendapatkan kehamilan normal di kehamilan selanjutnya. Sekali lagi kita hanya bisa merencanakan dan hanya Tuhan lah yang maha menentukan, tapi kita harus yakin bahwa Tuhan selalu memberi kita yang terbaik. Amin.


KADO TERINDAH DARI TUHAN



6 perbruari 2014 genap usiaku 25 tahun. Aku mendapat hadian anting-anting emas dari suami, dan kue tart lucu. Tidak ada pesta besar hanya untuk aku dan keluargaku saja. Ada juga temanku. Sesuatu yang tidak pernah dilupakan suamiku saat hari special kami adalah seikat mawar. Dia lelaki yang cukup romantic. 



Tidak tertinggal kado yang tuhan berikan padaku. Dua garis saat tes pack tadi pagi. Aku hamilll………….air mata bahagia menetes dan sujud syukur atas kado terindah yang tuhan berikan padaku di hari ulang tahunku yang ke-25. 


Aku berjanji akan menjaganya dengan baik. Akhirnya dua garis itu menjadi milikku. Ada yang hidup di rahimku. Membayangkan akan segera menjadi ibu, aku sangat bahagia. Belum pernah aku sebahagia ini.