Skripsi, Skripsi, Skripsi…..satu kata ini jika di ulang
sepuluh kali mungkin bisa membuatku tiba-tiba pingsan. Bagi orang yang belum
mengalami menyusun skripsi mungkin tidak ada efeknya satu kata itu. tapi bagiku
mendengar kata itu saja sudah menyeramkan.
Kenapa rasanya lebih berat dari yang dulu saat-saat semester
sebelumnya. Semester sebelumnya kuliah dengan 7 sampai 8 mata kuliah setiap
minggu tidak membuat saya sesetres ini. Kalau dulu saat masih kuliah biasa,
pulang kerja tanpa sempat pulang untuk mandi langsung ke kampus. Pulang kuliah
sekitar jam 9 atau kalau masih ada acara ngelayap ma temen-temen bisa jadi jam
11 baru sampai rumah. Toh beban itu dulu tak terlalu terasa. Beda banget dengan
skripsi. Saat frekuensi ke kampus lebih sedikit, tetapi harus berjimbaku dengan
setumpuk kertas, coding, dan laporan. Membuat tidur malamku tak pernah nyenyak.
Mengotak-atik kode, symbol-symbol, dan kata-kata membuat waktu seolah berjalan
begitu cepat. Tidur jam 3 pagi, jam 4, pagi, jam 5 pagi adalah hal biasa. Dan
harus bangun lagi jam 7 pagi untuk menuntaskan sarapan sebelum pergi ke kantor.
Tiba di kantor, bayangan bantal doraemon, guling, dan boneka
dolpin kesayanganku berputar-putar di
kepalaku, dan bahkan menari-nari di depan mataku. Sehingga teman kerjaku juga
harus berjuang extra keras untuk menghiburku agar mampu mengatasi rasa
kantukku.
Pernah saja aku pingsan di proyek gara-gara kekurangan
istirahat. Saat itu aku baru tidur jam 5 pagi, jam 7 pagi bangun karena ada
rencana ke proyek sehingga harus kekantor lebih awal tanpa apapun yang masuk ke
perutku sebagai sarapan. Keadaan proyek yang panas, debu, dan haus membuat aku
kehilangan kesadaran. Setelah itu aku kapok. Aku memutuskan mengambil libur 2
minggu untuk menuntaskan skripsi. Dan itu jauh lebih baik menurutku. Aku jadi
bebas tidak tidur semalaman, dan siangnya aku gunakan untuk tidur seharian. Cara
belajar yang buruk menurutku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar