Selasa, 18 Juni 2013

Saat Nyusun Skripsi



Skripsi, Skripsi, Skripsi…..satu kata ini jika di ulang sepuluh kali mungkin bisa membuatku tiba-tiba pingsan. Bagi orang yang belum mengalami menyusun skripsi mungkin tidak ada efeknya satu kata itu. tapi bagiku mendengar kata itu saja sudah menyeramkan.

Kenapa rasanya lebih berat dari yang dulu saat-saat semester sebelumnya. Semester sebelumnya kuliah dengan 7 sampai 8 mata kuliah setiap minggu tidak membuat saya sesetres ini. Kalau dulu saat masih kuliah biasa, pulang kerja tanpa sempat pulang untuk mandi langsung ke kampus. Pulang kuliah sekitar jam 9 atau kalau masih ada acara ngelayap ma temen-temen bisa jadi jam 11 baru sampai rumah. Toh beban itu dulu tak terlalu terasa. Beda banget dengan skripsi. Saat frekuensi ke kampus lebih sedikit, tetapi harus berjimbaku dengan setumpuk kertas, coding, dan laporan. Membuat tidur malamku tak pernah nyenyak. Mengotak-atik kode, symbol-symbol, dan kata-kata membuat waktu seolah berjalan begitu cepat. Tidur jam 3 pagi, jam 4, pagi, jam 5 pagi adalah hal biasa. Dan harus bangun lagi jam 7 pagi untuk menuntaskan sarapan sebelum pergi ke kantor.

Tiba di kantor, bayangan bantal doraemon, guling, dan boneka dolpin  kesayanganku berputar-putar di kepalaku, dan bahkan menari-nari di depan mataku. Sehingga teman kerjaku juga harus berjuang extra keras untuk menghiburku agar mampu mengatasi rasa kantukku.

Pernah saja aku pingsan di proyek gara-gara kekurangan istirahat. Saat itu aku baru tidur jam 5 pagi, jam 7 pagi bangun karena ada rencana ke proyek sehingga harus kekantor lebih awal tanpa apapun yang masuk ke perutku sebagai sarapan. Keadaan proyek yang panas, debu, dan haus membuat aku kehilangan kesadaran. Setelah itu aku kapok. Aku memutuskan mengambil libur 2 minggu untuk menuntaskan skripsi. Dan itu jauh lebih baik menurutku. Aku jadi bebas tidak tidur semalaman, dan siangnya aku gunakan untuk tidur seharian. Cara belajar yang buruk menurutku. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar