Rabu, 23 Mei 2012

Sebatas Fantasi


Inilah dunia yang aku ciptakan untukmu
Mungkin aku salah, karena pernah menerima kehangatan senja yang kau tawarkan saat cahaya subuh datang. Setiap kali kau membungkus kehangatan senja dalam senyummu, kau selalu hadirkan cerita cahaya subuh serta kedinginan yang hampa.  Awalnya cahaya subuh aku kira hanya akan melintas sebentar saja dalam hidupku, setelah itu kehangatan senja yang kau tawarkan akan aku rasakan lebih panjang. Tapi ternyata aku salah, malam selalu menelan senja dan kehangatannya. Dan ketika kau menemaniku dengan cahaya subuh, matahari selalu menelannya. Tak pernah kau hadirkan kisah, ketika fajar kehilangan matahari. Mungkin dengan kisah itu, matahari tidak mampu menelan cahaya subuh.
Dan mungkin, aku hanya bagian dari cerita yang terkubur ego. Cerita yang terkadang membuat sekian banyak orang membenciku, sebagian orang menganggapku tiada, sebagian orang menganggapku hidup dalam negeri dongeng, sebagian orang mencibir seluruh keburukan dan sisi gelapku, namun tidak sedikit pula yang memuja kisahku dan menambahkannya dengan imajinasi dan fantasi yang berbeda-beda. Serupa dengan kisah doraemon, yang selalu mampu mengubah hayalan menjadi kenyataan, seperti kisah doraemon di kerajaan awan, kisah doraemon di megic planet, atau terkadang dia bermain-main dengan mesin waktu yang selalu siap mengatarkan mereka ke jaman lampau dimana peradaban manusia belum pernah ada, atau sebaliknya pergi kejaman 2000tahun yang akan datang dengan manusia super canggihnya.
Banyak orang yang berkata “realistis” setiap kali aku menceritakan imajinasiku yang tidak beda jauh dengan kisah-kisah doraemon. Eiittt…..ini kan imajinasi, ini sebuah fantasi, sah-sah saja kan? Tidak ada yang bisa melarangnya, seperti kehangatan senja yang selalu menghilang ketika aku membutuhkannya, dan datang lagi ketika hatiku membatu. Bukankah kehangatan senja selalu datang dan pergi semaunya, tanpa ada yang mampu melarang atau menahannya semenit saja untuk mengeringkan air mataku?
Begitu juga dengan gelap yang selalu menelan senja, dan matahari yang selalu menelan cahaya subuh. Bukankah tidak ada yang pernah mampu membuat fajar kehilangan mataharinya? Biar dalam imajinasiku, kuhidupkan semua kisah seperti yang aku impikan, serupa dengan kisah doraemon.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar