Rabu, 23 Mei 2012

Pernah Ada Rindu

Menatapmu

Pernah aku letakkan rindu di bola matamu, pernah aku merindukan tatapan mata, dan suara lirihmu. Pernah aku mengejar bayangmu yang kian menghilang di gelap malam, pernah aku mencari jejakmu yang telah tersapu gerimis tua. Dan saat itu aku hanya mampu menggenggam pasir halus yang tak menyisakan jejak kakimu.

Pernah aku tersesat di gelap malam yang menakutkan, tanpa cahaya, saat mengejar bayangmu yang kian memudar, kemudian lenyap di telan kabut malam. Kau tau aku sangat takut gelap, tapi kau menghilang dalam gelap dan membuatku tersesat di tengah gelap malam. Aku tertatih melangkah, meraba dinding-dinding dingin, dalam lorong tak bertuan. Hanya cahaya air mata yang membantuku untuk pulang.

Ketika aku telah dirumah, aku terlalu takut untuk pergi lagi, aku terlalu takut untuk tersesat dalam gelap malam. Berulang kali aku menganyam rindu di dalam perdu, sebelum akhirnya aku putuskan menjadi wanita penunggu hujan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar