![]() |
| Menatapmu |
Pernah aku letakkan rindu di bola matamu, pernah aku
merindukan tatapan mata, dan suara lirihmu. Pernah aku mengejar bayangmu yang
kian menghilang di gelap malam, pernah aku mencari jejakmu yang telah tersapu
gerimis tua. Dan saat itu aku hanya mampu menggenggam pasir halus yang tak
menyisakan jejak kakimu.
Pernah aku tersesat di gelap malam yang menakutkan, tanpa
cahaya, saat mengejar bayangmu yang kian memudar, kemudian lenyap di telan
kabut malam. Kau tau aku sangat takut gelap, tapi kau menghilang dalam gelap
dan membuatku tersesat di tengah gelap malam. Aku tertatih melangkah, meraba
dinding-dinding dingin, dalam lorong tak bertuan. Hanya cahaya air mata yang
membantuku untuk pulang.
Ketika aku telah dirumah, aku terlalu takut untuk pergi
lagi, aku terlalu takut untuk tersesat dalam gelap malam. Berulang kali aku
menganyam rindu di dalam perdu, sebelum akhirnya aku putuskan menjadi wanita
penunggu hujan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar