Operasi baru berjalan kurang lebih dua minggu,
hari raya galungan telah tiba. Biasanya saat hari raya galungan kami berdua
selalu melewatkannya di kampung halaman kami, Desa Penglatan, Buleleng.
Sempat berkonsultasi dengan Dokter spesialis
orthopedic, ternyata dokter tidak mengijinkan pulang kampung menggunakan sepeda
motor. Selain dikhawatirkan luka yang belum kering, perjalanan jauh dan musim
penghujan menjadi sangat berbahaya bagi suamiku. Terlebih perawatan luka masih
berlangsung setiap tiga hari sekali kami kedokter untuk merawat lukanya agar
tidak infeksi dan cepat kering.
Dari rumah kontrakan kami menggunakan taxi
menuju terminal ubung, kami diturunkan di terminal Sangket singaraja. Sempat beristirahat
sejenak sambil menunggu saudara yang
menjemput. Hal yang sama terjadi saat perjalanan kembali ke Denpasar. Dengan
sebuah angkot menuju terminal Ubung dan dengan taxi menuju rumah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar