Rabu, 23 April 2014

PULANG KAMPUNG NAIK ANGKOT



Operasi baru berjalan kurang lebih dua minggu, hari raya galungan telah tiba. Biasanya saat hari raya galungan kami berdua selalu melewatkannya di kampung halaman kami, Desa Penglatan, Buleleng.

Sempat berkonsultasi dengan Dokter spesialis orthopedic, ternyata dokter tidak mengijinkan pulang kampung menggunakan sepeda motor. Selain dikhawatirkan luka yang belum kering, perjalanan jauh dan musim penghujan menjadi sangat berbahaya bagi suamiku. Terlebih perawatan luka masih berlangsung setiap tiga hari sekali kami kedokter untuk merawat lukanya agar tidak infeksi dan cepat kering.

Dari rumah kontrakan kami menggunakan taxi menuju terminal ubung, kami diturunkan di terminal Sangket singaraja. Sempat beristirahat sejenak sambil menunggu  saudara yang menjemput. Hal yang sama terjadi saat perjalanan kembali ke Denpasar. Dengan sebuah angkot menuju terminal Ubung dan dengan taxi menuju rumah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar