Minggu, 04 April 2010

puisiku

Berharap dengan bayang - bayang

Bentang kasih terurai penuh makna

Membelai insan dengan cinta yang kekal

Menghuni sudut – sudut tak bertuan

Di lorong hati yang terdalam

Masih sempat ku teteskan air mata

Sejak kepergianmu, dua tahun yang lalu

Masih sempat kuukir abadi beberapa kenangan

Hingga akhirnya terpaksa aku abaikan

Walau itu tak jua membuat bayangmu pergi

Terhapus di setiap mimpi dan kesunyianku

Setiap lorong terkecil di hatiku telah ku urai

Agar aku bisa menemukan bayangmu yang tersesat

Dan membantainya agar pergi jauh dari hidupku

Tak mampu aku temukan sebuah serpihan bayangmu

Meski aku selalu merasa terkuasai bayang itu

Kian hari, aku teteskan air mata lagi

Hingga makna kasihku kian terbuai

Dengan mimpi semu dengan bayang – bayang nestapa

Walau pelung air mataku memberi isyarat

Agar hatiku berhenti berharap

Dengan bayang – bayang kelebat sayap

Yang tiada arti

By : Putri Mariani

Denpasar - Bali

Tidak ada komentar:

Posting Komentar