Kamis, 17 Juli 2014

Selamat Ulang Tahun, Suamiku.


Hari demi hari terhitung pasti dengan bantuan kalender. Setiap hari, sepanjang waktu, aku selalu ada di antara senyummu. Diantara pelukan hangatmu, di dalam lembah yang selalu memandikanku dengan kasih sayang dan cinta. Diantara kesabaranmu yang selalu mampu membuatku tersenyum. 


Tak imbang rasanya jika aku tak mampu memanjakanmu. Memandikanmu dengan kasih sayang dan cinta. Melengkapi doa-doaku agar kau di berikan kesehatan, rejeki, dan kebahagiaan duniawi. 


Bahagiaku bersamamu sederhana. Sesederhana caraku mencintaimu. Tak perlu memanjakanku dengan harta, asalkan untuk hidup kita sudah cukup. Cukup membuat kita tersenyum. Begitupun aku, yang kau terima dengan kesederhanaan dan tak mampu memanjakanmu dengan harta duniawi. Kita puas dengan apa yang kita miliki atas usaha dan keringat kita sendiri. Bukan pendapatan yang dilarang oleh agama dan hukum di Negara ini. 


Terima kasih Tuhan, di usia suamiku yang ke – 35. Engkau memberikan kesehatan, kebahagiaan, dan rejekimu. Hingga kami mampu menikmati hari-hari dengan cobaan-Mu. Terimakasih, Engkau telah memberikan kesabaran pada suamiku untuk menantikan apa yang memang kami inginkan. Semoga Engkau melimpahkan anugrah-Mu, berupa kesehatan, panjang usia, kasih sayang, cinta, kesabaran, dan rejekimu.

Selamat Ulang Tahun sayang. Aku tak akan berhenti mencintaimu, jika memang kau jodohku sepanjang hidupku. I Love you so much. 





Denpasar, 7 Juli 2014