Musim hujan telah berakhir, diujung
musim yang ditandai dengan hembusan angin panas. Inilah musim panas, musim
kemarau. Meskipun tak ada yang pernah mampu mengukur diameter lingkar matahari,
ataupun panjang jari-jari lingkar matahari, sebab semua orang pasti telah
meleleh sebelum mampu menapakkan kaki di permukaan matahari. Tapi aku yakin
saat musim panas, diameter matahari lebih besar.
Aku tidak pernah suka musim panas,
aku membenci musim panas. Meskipun musim panas menyajikan senja yang lebih
panjang. Tapi tetap saja aku tidak suka musim panas. Cahaya matahari akan
membuatku tiada, sepanjang musim panas matahari menyilaukan mata senja, hingga
senja tidak pernah bisa melihat warna pelangi. Warna pelangi yang semakin
memudar, kemudian sirna. Itulah alasan kenapa pelangi tidak pernah muncul di
musim panas.
Musim pasti berganti, tanpa aku tau
berapa lama atau berapa hari musim akan berganti. Aku tidak pernah menghitung
lamanya hari yang aku nikmati saat musim hujan, karena aku terlalu sibuk
bermain bersama senja. Daripada menghitung hari, lebih baik aku menikmati
senyum senja.
Pelangi akan mencul saat memasuki
musim semi. Ia menyusuri jalan setapak, dan mengumpulkan bunga-bunga musim
panas yang masih tertinggal. Bunga yang kering dan hitam, siap diterbangkan
angin dingin dimusim semi. Saat itulah daun-daun muda, tunas-tunas baru, dan
kuncup-kuncup bunga mulai bermekaran. Bila musim semi akan berakhir,
serbuk-serbuk sari bunga akan diterbangkan angin. Aku akan menikmati serbuk-serbuk
bunga yang berterbangan, meski ada alergi pada salah satu serbuk bunga.
Matahari di musim semi lebih kecil
daripada matahari di musim panas. Seperti matahari kecil yang pernah
menyembunyikan ucapan selamat ulang tahun yang ke – 23 untuk pelangi.
Diawal
musim semi, pelangi akan muncul sebagai teman baru, sebagai sahabat baru.
Meskipun pelangi tidak pernah tau apakah senja masih menunggunya, atau apakah
senja masih miliknya, atau pelangi yang sudah bukan milik senja lagi.
Pelangi
berjanji, akan muncul diawal musim semi, saat angin dingin berhembus, saat bunga-bunga mulai bermekaran.
Pelangi
akan muncul, meski pelangi tidak pernah bisa menjanjikan apa-apa.
